Friday, December 4, 2009

Karir: Strategi Baru Meningkatkan Karier

KARYAWAN yang menyukai tantangan tentu selalu ingin mengembangkan kariernya ke tingkat yang lebih tinggi. Banyak cara yang bisa dilakukan agar hal tersebut bisa terwujud.

Konsultan karier Liz Ryan, seperti dikutip businessweek.com, menerangkan bahwa mengembangkan karier bisa diartikan sebagai kemampuan untuk mengambil kesempatan dan berani menampilkan keahlian yang dimiliki. Tentu saja karena dunia kerja mengalami perubahan besar seiring juga dengan dunia yang terus berubah, maka dibutuhkan cara-cara baru yang inovatif agar seseorang bisa mengembangkan kariernya ke tingkat yang diidam-idamkan.

Apa saja cara tersebut, Liz Ryan menyimpulkannya dalam sepuluh langkah, dan berikut masing-masing langkah tersebut.


Buatlah resume yang menarik

Jika mengembangkan karier diartikan sebagai mencari pekerjaan baru, maka buatlah surat lamaran atau portofolio yang menarik. Jangan membuat surat lamaran dengan kata-kata klise yang biasa dijumpai di buku petunjuk membuat surat lamaran yang baik. Cobalah menulis dengan sentuhan personal.


Berhati-hati dengan iklan lowongan kerja

Jika ingin mengembangkan karier dan membuat lompatan besar, jangan lekas terbuai dengan berbagai iklan pekerjaan. Carilah yang sudah pasti menawarkan prospek kerja dan peningkatan karier yang jelas.


Membangun jaringan online

Saat situs Facebook dimanfaatkan Barack Obama untuk memuluskan jalannya menjadi Presiden Amerika Serikat, semua orang pun makin yakin bahwa situs jejaring sosial semacam ini sangat efektif dijadikan ajang mencari kesempatan-kesempatan baru. Karena itu, buatlah akun di situs-situs tersebut, buatlah blog, dan katakan pada dunia siapa Anda, apa yang Anda ketahui, juga hal-hal yang menjadi obsesi Anda.


Cari networking

Jika belum memiliki networking dari bidang pekerjaan yang diinginkan, mulailah dari sekarang. Dengan bantuan jaringan kerja yang luas, seseorang bisa mendapatkan banyak kesempatan tak terduga yang menggembirakan.


Jaga jalinan kerja yang sudah dibangun

Jika jalinan kerja sudah terbangun, tetaplah menjaga kedekatan dengan sering berkomunikasi dan memberikan apa yang terbaik yang Anda punya untuk mereka. Dengan memberikan yang terbaik, Anda akan mendapatkan yang terbaik.


Jangan pelit untuk melakukan riset

Jika tertarik pada satu bidang tertentu, coba cari tahu hingga sedetail mungkin tentang bidang itu. Riset bisa dilakukan dengan cara apa pun, mulai bertanya pada teman, browsing di internet, berkonsultasi pada ahlinya, sampai menghadiri pertemuan-pertemuan yang berhubungan dengan bidang tersebut.


Selalu "menjual diri".

Bagaimanapun, dalam dunia kerja, Anda harus "menjual diri" Anda. Anda harus bisa memikat bos dengan ide-ide yang cemerlang, Anda yang harus meyakinkan banyak orang bahwa Anda layak dan bisa melakukan pekerjaan dengan baik dan benar.


Katakan apa yang perlu dikatakan.

Saat wawancara kerja atau bertemu dengan calon rekan bisnis, ceritakan sejauh yang mereka ingin tahu. Jangan terlalu mengumbar cerita atau malah menceritakan kehidupan pribadi.


Cari role model

Carilah seseorang yang Anda kagumi dan tiru langkahnya yang membuat Anda kagum padanya. Memiliki penutan dalam berkarier membantu seseorang untuk meningkatkan motivasi diri.


Terbukalah

Terbukalah pada kesempatan dan peluang baru yang tidak terduga. Siapa tahu Anda tertarik untuk melakukan tantangan baru tersebut. Ini bukan berarti membuat Anda tidak fokus pada satu hal, tapi terbuka pada banyak hal berarti menciptakan banyak kesempatan baik.

Sumber:
SKAI Web Bank Mega
Okezone

--
KC. Gorontalo 162
--
KC. Gorontalo 162

Thursday, December 3, 2009

Moonlight Story: Hati seorang 'papa'

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya.Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?


Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil...... Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"

Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".

Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..

Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....

Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')

Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...

Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut... Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...

Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?

Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .. Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.

Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan... Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....

Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya....


Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis... Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal...

Dari Intranet SKAI Bank Mega
--
KC. Gorontalo 162